torstai, 2. toukokuu 2019

Cerita Mistis Candi Gedong Songo Ungaran yang Perlu Anda Tau

Jalur trekking akhirnya berbelok ke kiri, sedikit menurun melewati bekas area flying fox yang kini sudah tidak digunakan lagi. Dan begitu berada di sekitar situ…

 

DEG! Hati saya tersentak!

 

Astaghfirullah! Beberapa sosok berkelebat diantara pepohonan. Tidak banyak memang. Namun perasaan saya seperti ada yang melompat dengan cepat dari pohon satu ke pohon lainnya. Seperti dalam adegan film-film silat jaman dahulu itu.

 

jam%2Bbuka%2Bgedong%2Bsongo.jpg

Jam Buka Candi Gedong Songo via https://jambukalamat.blogspot.com

 

 

Dengan sedikit gemetar saya terus melangkahkan kaki ini. Namun apa daya, baru beberapa langkah kedepan, ternyata “ada juga” yang hanya terdiam di pinggir jalur trekking  yang mau tidak mau saya harus melewatinya. Bulu kuduk saya berdiri. Tengkuk mendadak terasa dingin. Yang jelas otak saya segera merespon untuk berjalan lebih cepat agar segera keluar dari sana mencari tempat yang lebih terbuka sambil berusaha menguasai hati agar tidak kalut.

 

Siang-siang kok ya ada beginian to yaa.

 

Ahh… entahlah apa itu. Wallahu a’lam.

 

Dengan setengah berlari saya menghampiri Citra yang sudah sibuk berfoto-foto di candi gedong 2. Ingin rasanya bertanya ke Citra tentang apa yang ada di jalur trekking barusan. Namun saya mengurungkannya. Dia masih asyik berkutat dengan DSLR nya.

 

Candi Gedong Dua

 

Sembari duduk mengatur nafas, rombongan teman-teman blogger hore pun datang. Mereka masih terlihat ceria semua. Syukurlah, berarti tidak terjadi apa-apa selama melewati jalur tadi. Saya pun tidak ingin merusak keceriaan mereka dengan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Jalur yang harus kami tempuh masih sangat panjang. Nggak lucu dong kalau karena “takut berjamaah” lalu mereka memilih untuk kembali ke basecamp di bawah.

 

Candi Gedong Songo memang terasa “lain” diantara candi-candi lainnya. Kompleks candi Hindu yang berada di desa Candi, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang ini dibangun di lereng Gunung Ungaran pada abad ke 8 masa kekuasaan dinasti Sanjaya. Dari sini kita bisa menikmati hamparan bentangan alam deretan gunung Merbabu, Telomoyo, Sindoro & Sumbing. Menurut catatan arkeolog, konon Candi Gedong Songo dahulunya digunakan sebagai tempat pemujaan, karena kalau dilihat dari lokasinya, gunung merupakan kayangan. Dimungkinkan juga ada beberapa candi yang difungsikan sebagai perabuan/pemakaman.

 

Setelah apa yang saya alami tadi, saya memilih untuk berjalan beriringan dengan teman-teman menuju ke candi gedong tiga yang lokasinya sedikit lebih tinggi lagi. Salah satu candi yang paling menarik menurut saya. Karena disini terdapat 3 buah candi. Dua menghadap timur, satu candi perwara menghadap barat dan sebuah arca ganesha. Kondisinya pun masih terawat.

 

“Lanjut trekking yuk! Baru setengah jalan lho. Ntar nggak cukup waktunya.” Saya mengingatkan teman-teman untuk kembali melanjutkan perjalanan karena waktu kunjungan yang terbatas.

 

Candi Gedong Tiga

 

Jalur trekking menurun dari candi gedong tiga menuju gedong empat yang kami lewati cukup licin karena sisa hujan semalam. Sebagian besar paving sudah mulai berlumut. Jika tidak berhati-hati bisa terpeleset. Di lembah ini terdapat sebuah kawah kecil yang masih aktif mengeluarkan belerang. Sesekali asapnya mengepul membumbung tinggi.

 

DEG! Ada beberapa sosok lagi disini.

 

“Permisi, saya cuma numpang main disini.”  Batin saya.

 

Belajar dari kejadian tadi, saya memilih untuk segera pergi meninggalkan area lembah sembari komat-kamit membaca doa tanpa sempat berpamitan dengan teman-teman yang masih asyik foto-foto dan eksplorasi disana. Lagian bau belerang terasa cukup menyengat. Saya tidak tahan.

 

Dapur belerang di lembah Candi Gedong Songo Ungaran

 

Penampakan Di Candi Gedong Songo

 

Tanpa disadari saya kembali berjalan seorang diri menuju kompleks candi gedong empat dan lima. Jalurnya menanjak. Sebelah kanan dinding tebing, sebelah kiri jurang. Hanya jalan setapak kecil yang bisa dilalui.

 

Hampir sampai di atas, saya berpapasan si Incess Bulan yang terlihat begitu menikmati trekking naik kuda.

 

“Famiiiiiiiikk.” Panggilnya ceria dengan nada yang khas.

 

“Bibiiiiiiiiiiiik.” Kami berteriak-teriak layaknya sahabat pena yang sudah lama tak berjumpa.

 

“Sekte jompo berkuda yang lain mana? Richo, Lenny, Kakatete, sama Ghana?”

 

“Haha tuh masih pada di belakang. Aku duluan ya Fam.” Dia berpamitan.

 

“Woke, ati-ati.”

 

Pasukan berkuda Candi Gedong Songo

 

Landscape candi gedong dua dan tiga di kejauhan

 

Saya pun kembali melanjutkan trekking. Belum jauh melangkah, di ujung belokan saya melihat sesuatu yang membuat tertegun. Langkah saya terhenti.

 

Saya melihat penampakan sosok seorang wanita sedang menunggang kuda dengan ekspresi meringis khawatir. Kepalanya terangguk-angguk kaku. Tangannya memegang erat tali kekang kuda. Kakinya mengejang menginjak pijakan sadel seperti layaknya menginjak rem mobil ketika berada di jalan menurun, takut kalau merosot.

 

Dialah Kakatete alias Parahita Satiti.

 

Namun ada pemandangan yang lebih membuat saya kaget. Yaitu si mas-mas penarik kudanya. Kenapa?

 

KARENA DIA NARIK KUDA SAMBIL BAWAIN TAS HERMES COKLAT MILIK KAKATETE YANG HEITS ITU!! YAMPUN! SUNGGUH TEGANYA DIRIMU DIRIMU DIRIMU WAHAI KAKATETE!!

 

Hahahaha inilah penampakan yang paling seram selama saya trekking di Candi Gedong Songo. Sepanjang trekking, si mas itu bawain tas Hermes milik Kakatete. Entah apa isi tas cokelat itu sampai-sampai harus dibawa-bawa kesana kemari naik turun gunung. Bongkahan berlian mungkin haha. Antara geli setengah mati tapi juga kasihan lihat masnya yang dengan besar hati membawakan tas. Sungguh romantis sekali pasangan ini. Semoga langgeng ya Kakatete. #eaaa

 

Lebih horor lihat adegan ini daripada lihat yang “lain” hahaha

 

Duh, maaf ya teman-teman pembaca, kalau ending ceritanya jadi absurd begini hahahaha. Karena ya memang begitulah jalan ceritanya. Di awal saya bertemu yang aneh-aneh, di akhir saya bertemu dengan yang lebih aneh. Kalau saya bertemu “sesuatu” yang horror, maka mas pemandu kuda Kak Titi ini bertemu dengan tamu paling horor yang pernah dia bawa. Hahaha.

 

Semoga cerita pengalaman saya trekking di Candi Gedong Songo Ungaran ini tidak menyurutkan niat kalian untuk berkunjung kesini. Seru kok! Wisata alam sambil belajar sejarah sekaligus olahraga. Yuk nikmati wisata alam Semarang. Eksplorasi wisata Jawa Tengah.

 

Sumber: https://fahmianhar.com/cerita-mistis-candi-gedong-songo-ungaran

torstai, 2. toukokuu 2019

Moikka maailma!

Onnittelut uudesta blogistasi!

Tämä on esimerkkiartikkeli. Uutta sisältöä voit luoda blogin hallinnan kautta. Voit poistaa tämän artikkelin artikkeliarkiston kautta.

torstai, 2. toukokuu 2019

Baterai Mi-Fi Smartfren Andromax M3Z Tahan Hingga 15 Jam

Smartfren resmi memperkenalkan produk Mi-Fi terbarunya, Andromax M3Y dan M3Z. Sama seperti pendahulunya, M2S, keduanya sudah mendukung teknologi 4G LTE Cat 4, yang secara teori bisa mencapai kecepatan hingga 150 Mbps.

 

Kelebihan kedua Mi-Fi baru tersebut bila dibandingkan M2S terletak pada baterai yang digunakan. Pada M3Y dan M3Z terpasang baterai 3.000 mAh yang diklaim membuat keduanya bisa digunakan tanpa henti selama 15 jam. M2S hanya memakai baterai berkapasitas 2.000 mAh.

 

Cara%2BIsi%2BKuota%2BAndromax%2BM3Z.JPG

Cara Isi Kuota Andromax M3Z via https://www.termudah.com

Keduanya ditenagai oleh Qualcomm MDM 9307, sebuah cip khusus modem yang rendah daya. Mereka juga sam-sama memiliki slot microSD hingga 32 GB yang bisa dijadikan memori penyimpanan nirkabel, dan kemampuan untuk terhubung dengan 32 perangkat bersamaan.

 

Selain itu mereka juga memiliki tombol WPS yang membuat pemilik modem bisa mengizinkan perangkat lain untuk terhubung tanpa harus memasukkan kata sandi. Fitur ini sempat digunakan juga oleh M2Y dan M2P, namun tak terdapat pada modem M2S.

 

Saat ini Mi-Fi Andromax M3Y dan M3Z baru tersedia secara terbatas di beberapa toko ritel dan, tentunya, Galeri Smartfren.

 

"Kami lebih mengutamakan para mitra distributor, dan juga baru mendistribusikannya mulai pekan ini, jadi belum tersedia di seluruh toko dan galeri," jelas Sukaca.

 

Kedua produk tersebut sama-sama dibanderol Rp299 ribu. Hingga Desember 2016, Smartfren mengadakan promo dengan menambahkan bonus kuota data 30GB yang berlaku selama 30 hari, namun hanya untuk pelanggan yang mengaktifkan nomor baru.

 

Perlu diperhatikan juga bahwa cara isi ulang kuota andromax m3z tersebut dibagi menjadi dua, yaitu 18GB data yang dapat diakumulasikan serta 12GB data yang bakal hangus jika tidak habis dalam 30 hari.

 

Terus ajak pelanggan beralih ke 4G

 

Peluncuran dua modem baru ini, walau hanya membawa sedikit perubahan dibandingkan versi sebelumnya, merupakan bagian dari upaya Smartfren untuk terus mengajak pelanggan beralih kepada gawai berteknologi 4G.

 

Hal itu sejalan dengan kampanye #4GinAja yang sudah dimulai sejak Juni lalu.

 

Derrick Surya, VP Brand and Marcomm Smartfren mengatakan dari total 10 juta pengguna Smartfren, sudah 40 persen bermigrasi ke 4G LTE. Sebanyak 80 persen pelanggan juga sudah menggunakan gawai yang mendukung jaringan CDMA all band, sementara 20 persennya masih ada yang menggunakan ponsel fitur.

 

Derrick meyakini proses migrasi para pelanggan ke teknologi 4G akan selesai pada akhir tahun ini.

 

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat masih dipimpin Tifatul Sembiring, memutuskan agar Smartfren mengikuti tata ulang frekuensi 850 MHz serta pindah dari frekuensi 1.900 Mhz. Sebagai kompensasi perpindahan tersebut, Smartfren mendapatkan alokasi frekuensi sebesar 30 MHz pada frekuensi 2.300 Mhz, yang dipakai untuk menggelar layanan 4G LTE.

 

Untuk membujuk para pelanggan mengganti gawai mereka dengan gawai yang sudah berteknologi 4G, Smartfren gencar melakukan promosi, seperti tukar tambah gawai dengan harga terjangkau.

 

"Kami juga sudah menghadirkan beragam perangkat yang support 4G dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan kalau pelanggan mau handset yang mahal sekalipun seperti Samsung S7, layanan 4G Smartfren sudah bisa dipakai di smartphone global lainnya," kata Derrick kepada Selular.id.

 

Direktur Utama Smartfren Merza Fachys menambahkan bahwa jaringan 4G LTE sudah beroperasi penuh di beberapa kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

 

Sementara untuk Pulau Jawa Merza menyatakan proses migrasi ke jaringan 4G LTE ditargetkan selesai pada September 2016.

 

Sumber: https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/baterai-dua-mi-fi-terbaru-smartfren-tahan-15-jam